Kamis, 07 November 2013

Review Jurnal

PERSEPSI KARYAWAN TENTANG PERAN AUDITOR INTERNAL
SEBAGAI PENGAWAS, KONSULTAN DAN KATALISATOR
DALAM PENCAPAIAN TUJUAN PERUSAHAAN
(Studi Kasus di Hotel Inna Garuda Yogyakarta)

Oleh:
Denies Priantinah
Megasari Chitra Adhisty

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
2012

PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dengan berkembangnya praktik bisnis dan kebutuhan konsumen yang semakin kompleks, menyebabkan semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis. Dunia bisnis selalu dihadapkan dengan konsep baru, sistem baru, dan prosedur baru. Terlebih lagi praktik bisnis yang bergerak di bidang yang sama akan mempertajam persaingan yang terjadi. Apabila perusahaan tidak mampu bersaing kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah kebangkrutan. Agar dapat bertahan dan tetap unggul, perusahaan berusaha menerapkan berbagai kebijakan dan strategi seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, efektivitas dan pengendalian internal yang baik, tentunya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan pelayanan yang terbaik.
Semakin berkembangnya perusahaan, tentunya semakin banyak departemen, bagian-bagian, atau unit-unit untuk menjalankan masing-masing fungsi sesuai prosedur. Melihat kondisi seperti ini manajemen perusahaan dihadapkan pada keterbatasan kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan operasi perusahaan sehingga manajemen mengandalkan peran auditor internal dalam mengatasi keterbatasan tersebut. (Suroso, 2009: 1)
Audit internal merupakan suatu aktivitas konsultasi yang dikelola secara independen dan objektif, yang dirancang sebagai penambah nilai untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Secara efektif, auditor internal menyediakan informasi yang dibutuhkan manajer dalam melaksanakan tanggung jawab. Penilaian secara independen dilakukan auditor internal pada suatu perusahaan untuk menilai kegiatan operasional dengan mengukur dan mengevaluasi kecukupan kontrol serta efektivi- tas dan efisiensi dari kinerja perusahaan. (Sawyer, 2005: 7).
Awalnya auditor internal lebih berperan sebagai pengawas atau mata dan telinga manajemen karena manajemen membutuhkan kepastian terkait dengan pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan untuk menghindari tindakan yang menyimpang. Disini audit internal lebih berorientasi pada pelaksanaan tindakan pemeriksaan terhadap tingkat kepatuhan para pihak pelaksana dengan ketentuan-ketentuan yang ada dan ini sering dianggap sebagai tindakan yang konfrontatif. (Tampubolon, 2005: 1)
Seiring dengan berjalannya waktu, fokus utama audit internal mengalami pergeseran menjadi konsultan untuk perusahaan atau kliennya, yaitu membantu satuan kerja  operasional mengelola risiko dengan mengidentifikasi masalah-masalah dan memberikan saran untuk tindakan perbaikan yang dapat memberikan tambahan nilai sebagai amunisi memperkuat organisasi. Bahkan untuk masa yang akan datang diprediksikan peran auditor internal akan menjadi  katalisator yang di mana akan ikut serta dalam penentuan tujuan dari suatu perusahaan atau organisasi. (Tampubolon, 2005:2).
Di samping itu, keberadaan auditor internal yang memberikan banyak manfaat bagi perusahaan membuat banyak manajemen perusahaan-perusahaan besar membentuk tim audit internal. Salah satunya yang memanfaatkan auditor internal dalam perusahaan adalah hotel berbintang  milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Yogyakarta yaitu Hotel Inna Garuda. Auditor internal di Hotel Inna Garuda Yogyakarta dikenal dengan sebutan Satuan Pengawas Internal (SPI). Dengan adanya SPI sebagai auditor internal diharapkan dapat mempermudah perusahaan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan-kegiatan yang berjalan di Hotel Inna Garuda Yogyakarta sehingga tujuan yang hendak dicapai perus- ahaan dapat terealisasikan.
Auditor internal Hotel Inna Garuda Yogyakarta merupakan pihak yang dipercaya oleh perusahaan untuk melakukan evaluasi pada pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sebagai  tindakan atau upaya dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan. Pelaksanaan verifikasi terhadap dokumen-dokumen  transaksi untuk mendapatkan kesesuaian transaksi dan catatan serta auditor internal menilai secara independen aktivitas atau kegiatan karyawan, apakah pelayanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan audit internal dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan membantu perusahaan dalam mencapai atau merealisasikan tujuan  yang  tercermin  dalam  visi  dan misi perusahaan.
Kegiatan evaluasi, verifikasi dan penilaian yang dilakukan auditor internal serta saran dan rekomendasi yang diberikan selama ini dianggap oleh beberapa karyawan kurang memberikan kontribusi yang maksimal dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan. Bahkan terkadang kegiatan auditor internal yang melakukan penilaian pada kinerja karyawan membuat karyawan merasa tidak nyaman karena setiap tindakan yang mereka lakukan akan diawasi.
Dengan hal tersebut memungkinkan timbulnya perasaan tidak percaya karyawan terhadap peran yang dijalankan oleh auditor internal. Pada kenyataannya dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan, Hotel Inna Garuda Yogyakarta memerlukan auditor internal yang tidak  hanya berfokus pada penemuan kecurangan yang terjadi tetapi berperan juga sebagai konsultan internal yang memberikan masukan dan pemikiran serta adanya audit internal dalam menunjang efektivitas pengendalian atas kegiatan-kegiatan yang berjalan di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana para karyawan melihat jabatan auditor internal Hotel Inna Garuda Yogyakarta dan apa peran dari pekerjaan auditor internal dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan selama ini, oleh karena itu berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Persepsi Karyawan Tentang Peran   Auditor Internal Sebagai Pengawas, Konsultan Dan Katalisator Dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan (Studi  Kasus Di Hotel Inna Garuda Yogyakarta”. Peneliti memilih lokasi obyek penelitian Hotel Inna GarudaYogyakarta karena di Hotel Inna Garuda Yogyakarta terdapat  permasalahan yang cukup menarik untuk dilakukan penelitian, informasi dan data dapat diperoleh dengan mudah, serta Hotel Inna Garuda Yogyakarta  merupakan  hotel yang cukup representative untuk dilakukannya penelitian.

2.      Data atau Variabel Yang Digunakan :
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah karyawan Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Sedangkan variabel yang digunakan terdiri dari :
  • Variabel bebas (X) atau independent merupakan variabel yang dapat mempengaruhi variabel terikat (dependent variable).  Adapun yang merupakan variabel bebas (X) adalah :

(X1) Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal Sebagai Pengawas
(X2) Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal Sebagai Konsultan
(X3) Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal Sebagai Katalisator
  • Variabel terikat (dependent) yaitu merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah: Pencapaian Tujuan Perusahaan (Y).

3.      Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.
Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling yaitu dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu tersebut adalah responden yang diminta untuk mengisi kuesioner harus memenuhi beberapa kriteria yaitu diantaranya:
  • Berstatus karyawan tetap,
  • Masa kerja ≥ 2 tahun,
  • Mengetahui tentang keberadaan audit internal.
Rumus yang digunakan untuk menghitung ukuran sampel dari populasi adalah rumus yang dikemukakan dalam buku Suharsimi Arikunto (2005: 95) disebutkan apabila peneliti memiliki beberapa ratus subjek dalam populasi maka dapat menentukan kurang lebih 25% sampai 30% dari jumlah subjek tersebut.
Berdasarkan rumus dan jumlah karyawan yang memenuhi kriteria diatas maka jumlah sampel yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  sebanyak 30% x 230 orang = 69 orang.

4.      Alat Analisis Yang Digunakan
Proses analisis data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan bantuan microsoft excel dan software IBM Statistical Product and Service (SPSS) versi 19.
 
HASIL PENELITIAN
Perhitungan mean ideal dan standar deviasi ideal instrumen persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai pengawas adalah M = ½ (32 + 8) = 20 dan SD = 1/6 (32 – 8) = 4
Dari perhitungan di atas dapat dikategorikan dalam 3 kelas seperti sebagai berikut:
Baik = M + 1SD < x = 24 < x
Cukup baik = M – 1SD ≤ x ≤ M + 1SD = 16 ≤ x ≤ 24
Kurang baik = x < M – 1SD = x < 16
Tabel 1. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal Sebagai Pengawas dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan.


Perhitungan mean ideal dan standar deviasi ideal instrumen persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai konsultan adalah M = ½ (32 + 8) = 20 dan SD = 1/6 (32 – 8) = 4
Dari perhitungan di atas dapat dikategorikan dalam 3 kelas seperti sebagai berikut:
Baik = M + 1SD < x = 24 < x
Cukup baik = M – 1SD ≤ x ≤ M + 1SD = 16 ≤ x ≤ 24
Kurang baik = x < M – 1SD = x < 16
Tabel 2. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal Sebagai Pengawas dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan

Perhitungan mean ideal dan standar deviasi ideal instrumen persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai katalisator adalah M = ½ (32 + 8) = 20 dan SD = 1/6 (32 – 8) = 4
Dari perhitungan di atas dapat dikategorikan dalam 3 kelas seperti sebagai berikut:
Baik = M + 1SD < x = 24 < x
Cukup baik = M – 1SD ≤ x ≤ M + 1SD = 16 ≤ x ≤ 24
Kurang baik = x < M – 1SD = x < 16
Tabel 3. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Persepsi Karyawan Tentang Peran  Auditor Internal Sebagai Katalisator dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan.


Tabel 4. Total Skor dari Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal baik Sebagai Pengawas, Konsultan, dan Katalisator dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan.

Keterangan tabel:
SS        : Sangat Setuju
S          : Setuju
TS        : Tidak Setuju
STS     : Sangat Tidak Setuju
Kolom Nilai (3): Kolom Bobot (1) x Kolom Pengawas (2)
Kolom Nilai (5): Kolom Bobot (1) x Kolom Konsultan (4)
Kolom Nilai (7): Kolom Bobot (1) x Kolom Katalisator (6)

Tabel 5. Hasil Pemberian Peringkat pada Persepsi Karyawan Tentang Peran Auditor Internal dalam Pencapaian Tujuan Perusahaan.

Berdasarkan table diatas, menunjukkan bahwa persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai pengawas dalam pencapaian tujuan perusahaan mempunyai total nilai tertinggi yaitu 1.625 (37,17%) dari total keseluruhan. Kemudian diperingkat II adalah persepsi karyawan  tentang peran auditor internal sebagai konsultan dalam pencapaian tujuan perusahaan mempunyai total nilai sebesar 1.395 (31,91%) dari total keseluruhan. Peringkat III adalah persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai katalisator dalam pencapaian tujuan perusahaan yang memiliki total nilai sebesar 1.352 (30,92%) dari total keseluruhan.

PENUTUP
1.      Kesimpulan :
  • Persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai pengawas dalam pencapaian tujuan perusahaan berdasarkan hasil perhitungan distribusi kecenderungan frekuensi variabel dapat diketahui bahwa persebaran data dari peran ini dikategorikan  cukup  baik, yang di mana untuk frekuensi absolut sebesar 47 dan frekuensi relative 68,1%. Berdasarkan tabel. 23 dapat  diketahui auditor  internal sebagai pengawas menduduki peringkat I dengan total skor sebesar 1.625 (37,17%). Peran yang dijalankan auditor internal perusahaan masing menganut paradigma lama yang sebenarnya saran dan rekomendasi yang diberikan peran ini hanya bersifat jangka pendek dalam membantu  perusahaan untuk mencapai tujuan. Tindakan selayaknya polisi yang dijalani auditor internal sebagai pengawas dapat membuat karyawan merasa tidak nyaman dan membuat karyawan kurang menyukai kehadirannya sehingga kinerja yang mereka kurang maksimal. Selain itu tindakkan selayaknya polisi membuat karyawan menganggap  auditor internal adalah lawan  mereka.  Dengan  peran  auditor  internal sebagai pengawas juga dianggap karyawan kurang memberikan kontribusi yang maksimal dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan.
  • Persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai konsultan dalam pencapaian tujuan perusahaan berdasarkan hasil perhitungan distribusi kecenderungan frekuensi  variabel dapat diketahui  bahwa persebaran data dari peran ini dikategorikan  cukup  baik, yang di mana untuk frekuensi absolut sebesar 60 dan frekuensi relative 87%. Berdasarkan tabel. 23 dapat diketahui auditor internal sebagai konsultan menduduki peringkat II   dengan total skor sebesar 1.395 (31,91%). Peran sebagai konsultan yang dijalankan auditor internal Hotel Inna Garuda Yogyakarta belum begitu  maksimal  sehingga  hanya menduduki peringkat II. Pada kenyataanya karyawan Hotel Inna Garuda Yogyakarta membutuhkan auditor internal yang tidak hanya berfokus pada penemuan kecurangan yang terjadi tetapi juga berperan sebagai  konsultan internal yang memberikan masukan dan pemikiran dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan serta dapat menunjang efektivitas  pengendalian atas  kegiatan-kegiatan  yang  berjalan  di  Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Didukung dengan redefinisi yang dikemukakan IAI pada tahun 1999 tentang peran audit internal menyatakan akan bahwa lebih efektif dalam pencapaian tujuan perusahaan dan memberi nilai tambah bagi perusahaan jika auditor internal suatu perusahaan merancang aktivitas konsultasi, yang di mana aktivitas ini terkait dengan peran auditor internal sebagai konsultan.
  • Persepsi karyawan tentang peran auditor internal sebagai katalisator dalam pencapaian tujuan perusahaan berdasarkan hasil perhitungan distribusi kecenderungan frekuensi  variabel dapat diketahui  bahwa persebaran data dari peran ini dikategorikan  cukup  baik, yang di mana untuk frekuensi absolut sebesar 56 dan frekuensi relative 81,2%.  Berdasarkan  tabel.  23  dapat  diketahui auditor  internal  sebagai  katalisator  menduduki peringkat III dengan total skor sebesar 1.352 (30,92%). Peran ini merupakan peran yang paling sedikit diperankan oleh auditor internal Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Dalam menerapkan peran ini secara penuh membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang, peran auditor internal sebagai katalisator dimungkinkan akan ikut serta dalam menentukan tujuan Hotel Inna Garuda Yogyakarta.

2.      Saran
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat saran-saran yang dapat dijadikan masukan guna meningkatkan peran dan tanggung jawab auditor internal agar dapat membatu dalam pencapaian tujuan Hotel Inna Garuda Yogyakarta:
  • Agar Hotel Inna Garuda Yogyakarta dapat terus berkembang dan tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dapat tercapai, diperlukan suatu kerjasama di setiap bagian atau departemen, terutama Auditor Internal yang dituntut untuk terus berinteraksi menjalin kerjasama dengan staf perusahaan agar tercipta suatu kerjasama yang baik seperti  diungkapkan  dalam  tujuan  perusahaan yaitu meningkatkan suasana kerja yang kondusif serta  kooperatif  untuk  mewujudkan  kepuasan kerja dan kesejahteraan karyawan.
  • Auditor Internal Hotel Inna Garuda Yogyakarta diharapkan dapat meningkatkan  perannya sebagai konsultan karena menurut persepsi karyawan dengan perannya yang sekarang ini sudah dijalankan kurang memberikan kontribusi yang maksimal dalam pencapaian  tujuan perusahaan dan membuat karyawan kurang  menyukai dan tidak  nyaman dengan peran yang dijalankan sekarang. Dengan meningkatkan peran auditor internal sebagai konsultan, akan lebih efektif dalam membantu karyawan dan memberi nilai tambah bagi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • Membimbing manajemen untuk mengenali risi- ko yang  dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan  sebaiknya  diterapkan  oleh  Auditor Internal  Hotel  Inna   Garuda  Yogyakarta  dan membatu dalam menentukan tujuan perusahaan, yang di mana peran ini terkait dengan peran au- ditor  internal  sebagai  katalisator.  Akan  tetapi, yang perlu diingat dalam menjalankan peran ini, auditor  hanya  sebagai  fasilitaor  atau  agen  of change, bukan  sebagai pihak yang memberikan keputusan tentang langkah apa yang harus diam- bil karena yang berhak memutuskan adalah ma- najemen dalam perusahaan.

3.      Keterbatasan
Keterbatasan  yang  terdapat  dalam  penelitian  ini adalah sebagai berikut :
  • Keterbatasan kemampuan responden untuk memahami isi pernyataan serta kejujuran  untuk menjawab kuesioner yang diberikan, karena kemungkinan kesalahan dalam menjawab dapat terjadi.
  • Penyebaran kuesioner kepada responden yang tidak dilakukan oleh peneliti sendiri menyebabkan peneliti tidak mengetahui apakah kuesioner tersebut disebarkan sebagaimana mestinya.

Reviewer          


Shelly Apriani Restia