Jumat, 08 November 2013

Lagu-Lagu Favorit


Setiap orang pasti punya lagu favorit, apalagi lagi musim hujan kayak sekarang pasti ada lagu galau yang sering didengerin dan akhirnya jadi lagu favorit, ayo ngakuuu (pengalaman).

Saya adalah penikmat musik indie, Bukan berarti musik-musik yang udah punya label gak enak didenger, tapi entah kenapa lagu-lagu dari band/musisi lokal lebih berkarakter dan punya arti yang unik. Jadi, sudah pasti lagu-lagu favorit saya adalah lagu indie.

1.      Efek Rumah Kaca
Kalo ngaku suka musik indie, pasti tau band yang satu ini. Band beraliran pop minimalis ini emang rajanya musik indie. Lagu-lagunya banyak diminati, banyak yang tau, jadi fansnya juga udah banyak.
Dari semua lagu Efek Rumah Kaca yang saya punya, saya paling suka lagu Desember. Sempet bingung juga sama arti dari lagu ini, sampe-sampe saya pernah googling pake kata kunci “makna lagu Desember”, dan ternyata lagu ini punya makna tentang banjir Jakarta gitu. Pada gak nyangka kan? Jadi, kalo pake lagu ini buat galau, sebenarnya kurang cocok. Tapi setiap orang kan punya sudut pandang yang berbeda, seperti saya misalnya.
Lirik yang ‘dalem’ banget dari lagu ini adalah ..

Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Lagu desember ini ada 2 versi, yang pertama versi originalnya Efek Rumah Kaca, yang kedua adalah versi Pandai Besi, semacam recycle-nya gitu. Keduanya punya alur musik yang berbeda, tapi sama-sama enak buat didengerin. Dan menurut saya, Desember versi Pandai Besi adalah lagu yang punya klimaks. Gak percaya? Dengerin aja.

2.      Pure Saturday
Saya tau band indie asal Bandung ini dari teman saya, pertama kali Download albumnya, saya langsung jatuh cinta sama semua lagu-lagunya. Tapi lagu yang paling saya suka adalah Pathetic Waltz. Pathetic = menyedihkan, Waltz = salah satu aliran musik. Mungkin maksud dari lagu ini adalah musik Waltz yang menyedihkan. Ya emang sih kalo dilihat dari liriknya, lagu ini punya arti yang ‘daleeuuuum’.

I don’t know why we do it like this, oh so strange, hangin’ out everytime to reach the end

I don’t know how we spent the time for more

Kalo saya pribadi memaknai lagu ini sebagai lagu perpisahan, makanya lagu ini pernah saya kasih ke seseorang (jiaaah jadi curhat).

Selain Pathetic Waltz, lagu Di Bangku Taman juga enak. Musiknya renyah banget, bikin saya berfantasi tiap dengerinnya.

Menanti gerak kabut pagi, tanpa awan tanpa terang

Tapi yang paling keren waktu saya nonton secara live-nya sih lagu Spoken, emang dasarnya lagu itu udah enak, ditambah lagi pake orchestra, tambah cihuy kan tuh.

3.      SORE
Lagu Sore yang pertama kali saya suka adalah Lihat. Waktu masih SMP sekitar kelas X (berarti 8 taun yang lalu),  saya liat video klipnya di MTV dan gak pernah punya lagunya, barulah pas SMA saya download lagunya hehe.

Salahkah ku bila kau jumpa diriku, jikamana dia bersamaku

Makin kesini makin penasaran sama Sore, akhirnya gak tanggung-tanggung 2 albumnya saya download. Di album pertama mereka, Centralismo, selain lagu Lihat, ada lagu lain yang saya suka, yaitu Mata Berdebu. Judulnya emang mata berdebu, tapi didalam liriknya sama sekali gak ada kata-kata “mata” ataupun “berdebu”, tapi lagu ini mellow banget, suka banget deh.

Dan aku tak bisa melangkah diantara musafirnya, dan aku rindu melangkah diduniamu

Dari album Centralismo, ada lagu yang menurut saya unik, yaitu Ada Musik Di Dalam. Kalo kita denger musiknya, pasti langsung galau dan terhuyung-huyung suasana hati. Tapi begitu kita denger baik-baik liriknya, ternyata ada kata “nasi uduk” di akhir lagu. Coba dengerin deh.

Di album keduanya, Ports Of Lima, ada beberapa lagu yang keren juga, misalnya lagu Vrijeman. Lagu ini menceritakan tentang kehidupan preman, dan selain Desember versi Pandai Besi ternyata lagu ini juga punya klimaks di akhir lagu.

Ernestito, Setengah lima, Apatis Ria, enak juga buat didengerin. Tapi ada 1 lagu yang saya suka di album ini, yaitu Karolina. Lagu ini bisa dijadiin lagu buat malam pertama loooh haha.

Making love to you is like a dream to me

4.      The Adams
Pertama kali denger lagu Konservatif di film janji joni, saya jadi penasaran sama Bandnya dan akhirnya download lagu-lagunya dengan cara dicicil. Dan akhirnya ketemulah sama lagu-lagu yang enak, salah satunya adalah Hanya kau. Lagunya easy-listening banget, liriknya gak muluk-muluk tapi nge-pas.

Tapi sebenarnya yang paling saya suka adalah Lagu Just, dan ini adalah lagu terpanjang yang pernah saya denger, bayangin aja untuk lagu yang liriknya Cuma secuil tapi durasinya sampe 8 menit 37 detik, lirik Cuma 3,5 menit dan sisanya musik sampe kelar. Waktu dulu lirriknya susah banget dicari, kalo sekarang mungkin udah banyak yah di internet.

Don’t care about people say, I just gonna do my way

Cause you were mine I feel so fine, all I know I,ve got just you in my mind

The adams juga pernah recycle lagunya The Upstairs yang Mosque Of Love, sumpah beda banget dan jadi lebih nyaman buat didengerin.

5.      Goodnight Electric
Ini band kayaknya udah lama banget terbentuknya, karena saya denger lagu Laser Gun Electro Boy aja udah lama banget. Video klipnya konyol banget, tapi sebenernya ini lagu galau loooh, perhatikan lirik berikut ini!

Thinking of her all night long with a saddest song, I only cry and felt so wrong when everything was gone, oh help me Electro Boy!

I wanna tell her that I love her, she doesn’t know oh electro boy.

Inilah lagu galau sesungguhnya, tapi karena musiknya cocok buat ajojing, jadi gak ketara deh. Selain lagu itu, ada 1 lagu yang selalu bikin saya nangis, judulnya I’m OK. Lagu ini bercerita tentang ada cowok yang ngajak nikah dan ceweknya mau dengan jawab “I’m OK with you” ..

Just keep our promises and no saying goodbye

6.      White Shoes and The Couples Company
Ini juga nih salah satu Band jadul, soalnya lagu Windu-Defrina diputer di MTV mungkin sekitar 10 taun yang lalu, tapi makin kesini fansnya makin banyak, lagunya makin oke.

Lagu WSTCC yang paling cocok buat galau adalah lagu Bersandar, selain musiknya yang bener-bener mellow, Cuma perpaduan antara piano dan keyboard, liriknya juga sedikit, jadi gak perlu cape-cape menghafal.

Bersandar menusuk jiwa, menusuk jiwa ini
Berharap seribu kasih namun kini punahlah sudah

7.      Aditya Sofyan
Dia bukan band, tapi lebih tepatnya musisi, dan lebih tepatnya lagi musisi kamar, karena lagu-lagunya bener-bener dibikin sendiri, di dalem kamar, dan itulah kenapa musiknya akustikan semua. Tapi lagu Memilihmu emang juara banget deh dari dulu sampe sekarang. Liriknya terdengar aneh, tapi kalo emang penikmat musik indie, pasti ngerti maksudnya apa.

Memilihmu perlu persiapan dan mental, bagai memilih masuk ke sekolah unggulan
Memilihmu bisa makan waktu yang panjang, satpam depan suruh aku ambil nomor tunggu

Selain lagu memilihmu, semua lagu Aditya liriknya berbahasa inggris, agak ribet juga kan buat dihafalin hehe. Tapi lagu Blue Sky Collapse emang super banget deh, apalagi Forget Jakarta, cocok buat orang yang baru putus sama pacaranya dan kebanyakan pacaran di Jakarta.

Try to let go the thing s I knew, we’ll forget Jakarta and promise that never look behind

Itu semua adalah lagu-lagu favorit saya dan bagaimanapun cara saya mengartikannya itu semua hak saya, kalo lagu favorit kalian apa? Mungkin bisa sharing disini, apalagi sesame penikmat musik indie juga.