Sabtu, 18 Mei 2013

7 Tahun Berlalu

Pernah nonton sinetron atau film dimana pemeran utamanya ditinggal mati sang kekasih? Pasti pernah. Pernah merasakan hal yang sama? Mungkin tidak dan tidak mau, ya kan?

Aku adalah wanita yang bisa dibilang sangat manja, walaupun dalam kenyataanya aku bisa berjalan sendiri, bahagia sendiri, sedih sendiri, bahkan memendam rasa untuk sendiri dan akhirnya galau sendiri. Tapi sebenarnya aku sangat takut sendirian, takut ditinggalkan. Makanya aku selalu butuh seseorang yang bisa menyisakan waktunya untukku, dan orang-orang seperti itu selalu ada, bahkan berbeda-beda di setiap tahunnya. Itulah mengapa aku selalu bilang "setiap orang punya lagu masing-masing".

Waktu itu aku masih duduk di bangku SMP. Tapi aku sudah punya orang yang aku mau seperti yang sudah aku jelaskan di paragraf sebelumnya. Namanya Gheraldy. Sangat tampan, baik, dan hampir di setiap hariku ada nama dia. Saking dekatnya, aku sudah menganggap dia seperti kakakku sendiri walaupun sebenarnya dia tau bahwa aku ingin sesuatu yang lebih, tapi aku cukup tau diri mengingat dia sangat mencintai wanita lain. yaa itu pilihannya, aku dukung.

Well, wanita adalah mahluk Tuhan yang paling tidak suka menunggu, contohnya aku. Aku bisa sabar, kesabaran itu tidak ada batasnya, tapi ada kalanya sabar membuat kita menjadi jenuh. Aku jenuh. Pura-pura tertawa, pura-pura menerima. Gherald tau itu, tapi mungkin Vega lebih menarik dibanding aku, jadi biar aku saja yang mundur. Akhirnya berbulan-bulan aku jalani dengan berusaha membiasakan diri tanpa Gherald. Sangat sulit. Setiap malam aku berharap ada telepon dari dia seperti biasanya, tapi ternyata itu tidak pernah terjadi. Terkadang aku menyesal mengapa aku harus memutuskan tali silaturahmi seperti ini.

Sore itu hujan. Aku sangat suka hujan, Gherald tau itu. Jam menunjukan pukul 15.00 WIB, aku sedang menikmati hujan di teras rumah sambil berharap 'ada Gherald'. Dan .. Astaga!! Gherald menelponku. Aku senang bukan main, ketika kuangkat tanpa panjang lebar dia bilang "kangen, pengen ketemu. aku kerumah yah sekarang?". Ingin sekali aku mengiyakan, tapi mamahku tidak suka bila ada laki-laki berkunjung kerumahku, tak perduli siapapun itu. Akhirnya dengan sangat menyesal aku jawab "gak bisa! Ketemu besok aja yah?". Tapi dia terus-menerus memaksaku, sampai akhirnya aku kesal. Setan apa yang meraksuki Gherald? Tidak seperti biasanya dia tidak mengerti keadaanku.

Telepon berdering hingga berkali-kali namun tak mau kuangkat lagi. Sampai telepon rumahku pun berbunyi, ketika kuangkat, itu Gherald. Dia bilang "cuma mau ketemu, sebentar aja, plis!", aku tetap menjawab tidak bisa. Dan akhirnya sebelum menutup telepon "yaudah, tunggu di teras rumah yah. lagi liatin hujan kan? nanti aku lewat". Telepon pun ditutupnya.

Sore semakin berlalu. Aku tetap menunggu sampai pukul 16.40, tapi Gherald tidak ada dan ternyata tidak akan pernah ada. Keesokan harinya disekolah, salah satu adik kelasku menghampiriku dan memberiku pin bertuliskan "Gheraldy & Shelly", adik kelas ini memang saudara sekaligus tetangga Gherald. Kemudian ia memberiku 1 pin lagi, ada foto Gherald disana dan tulisan berwarna kuning dibawahnya "Mengenang Almarhum Gheraldy Warsana Putra 14 September 1991 - 19 Juni 2006". Aku langsung ambruk. Aku tidak bisa merasakan kakiku dan tiba-tiba saja air mataku meleleh.

"Kak Gherald kecelakaan kemarin sore di Dago, meninggal di tempat". Kata-kata itu masih terngiang di telingaku sampai hari ini. astagfirullaaaaaah .. astagfirullaaaaaah .. Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun, sesungguhnya semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Aku tak percaya, sangat tak percaya kalau kemarin adalah permintaan terakhirnya. Aku menyesal. Sampai hari ini masih sangat menyesal.

Gheraaaaaald .. Aku sayang banget sama kamu. Aku bahkan gak sempet liat jasad kamu untuk yang terakhir kalinya. Ketika aku datang, makam kamu penuh bunga, wangi, tapi sumpah, sampai hari ini aku gak pernah kuat buat liat nisan kamu. Aku masih gak percaya baca nama kamu. Aku sayang banget sama kamu dan aku tau ternyata sebulan sebelum kepergian kamu, kamu udah putus sama Vega. Ya ampun Gherald, mungkin harusnya ............ ?? Astagfirullahal'adziiim :(

Ya Allah, lindungi Gherald. Sayangi ia disisiMu. dan terima kasih Ya Allah, Kau telah mempertemukanku dengan Gherald. Cukup sekali saja ya Allah, jangan sampai ada Gherald yang lain yang Kau berikan padaku :(

7 tahun berlalu, dan aku masih sering menangis mengingatmu, Rest In Peace bunny. ILOVEYOU