Sabtu, 07 Juli 2012

Saya adalah Assisten Laboratorium Manajemen Menengah tahun 2012 (part 4)

Jujur saja saya sangat letih mengikuti setiap rangtkaian test ini, sungguh menyita waktu dan tenaga. Bila diperhatikan, test di lab ini sepertinya yang paling lama dan paling banyak tahap-tahapnya, maklum saja yang melamar ke lab ini pun paling banyak, sampai menembus angka 200 lebih. Sangat jauh bila dibandingkan dengan lab-lab lain dimana jumlah pelamarnya mungkin hanya seratusan atau mungkin kurang.
Namun saya jadi semakin optimis untuk bisa lolos ke tahap berikutnya, karena wawancara kemarin sudah sangat lancar bagi saya, dengan waktu yang terbatas saya rasa saya bisa mempromosikan diri saya dengan baik. Saya juga tidak diberikan pertanyaan yang bentuknya pilihan seperti beberapa teman saya. Karena beberapa diantara mereka ada yang mengikuti UKM, jadi rata-rata mereka mendapatkan pertanyaan “lebih baik pilih UKM atau LAB?”, dan banyak diantara mereka yang lebih memilih UKM dengan alasan yang bervariasi. Bahkan ada juga yang disuruh memilih siapa teman yang pantas masuk ke lab ini, contohnya saja steven, dia mendapat pertanyaan seperti ini, “dari 2EB01 kan ada 6 orang yang masih bertahan sampai tahap ini, kalo kamu disuruh memilih 3 orang, kira-kira siapa yang pantas untuk masuk lab ini?”, dari 3 orang yang disebutkan steven ternyata salah satunya adalah saya, sehingga itu bisa menjadi nilai plus bagi saya.
Seperti biasa, malam harinya handphone selalu saya pegang, berharap ada SMS masuk dari kakak assisten. Dan akhirnya pukul 21.00 SMS yang ditunggu itupun masuk. Saya sangat senang dan langsung mengabarkan teman-teman saya yang lain. Ternyata steven lolos, sentika juga. Tapi saying, 3 teman saya yang lain tidak lolos. Ancela menyadari kesalahannya saat ia menjawab, bahwa ia lebih memilih jalan-jalan dengan teman sekelas daripada menjaga lab. Sarlinda juga lebih memilih UKM nya, yaitu Rohis daripada lab. Begitu juga dengan deasy yang lebih memilih Padus daripada Lab. Sebenarnya itu bukan kesalahan, tetapi memang itulah adanya, saya yakin kami semua disini tidak ada yang mau membohongi kenyataan.
Keesokan harinya, tepatnya hari rabu, akhirnya saya, steven, dan ancela menjalani test terakhir, yaitu wawancara staff. Hari itu kami bertiga kembali izin untuk tidak mengikuti perkuliahan. Ternyata dari 40 orang yang kemarin lolos tahap wawancara supervisor, yang maju ke tahap berikutnya sekaligus menjadi test tahap akhir hanya setengahnya saja, yaitu 20 orang. Disini mulai terlihat banyak sekali wajah-wajah yang mulai menghilang. Wajah-wajah yang awalnya kami kira merekalah yang akan lolos sampai tahap terakhir.
Wawancara staff ternyata bukan dilaksanakan di lab, melainkan di ruangan staff, gedung E52. Baru saja membaca tulisan “Ruang Staff Laboratorium Manajemen” yang terpampang dipintu ruangan, seketika badan saya terasa sangat lemas. Sepertinya bila dibandingkan dengan test-test sebelumnya, test pada tahap inilah yang paling membuat saya tegang. Walaupun sudah berusaha rilex, tapi tetap saja fikiran dan hati saya tidak bisa diajak senyaman mungkin.
Karena hanya 20 orang, test pun berjalan sangat cepat, karena kami diwawancara oleh 3 orang staff, dimana setiap staff mewawancara 2 orang mahasiswa/i. saya yang biasanya kebagian paling terakhir malah kebagian paling awal. Sesampainya didalam ruang staff, ternyata saya akan diwawancara oleh pak Hadir, dan beliau tidak hanya mewawancarai saya, tapi ada Fitri, dimana ia adalah assisten Kalimalang.
Kami dipersilakan duduk dan mulai diberikan banyak pertanyaan. Ternyata di tahap ini yang paling banyak berbicara adalah staff nya, beliau banyak memberikan arahan dan juga nasihat tentang segala hal yang nantinya akan kami rasakan dan harus kami jalani di lab. Saya yang sudah terbiasa banyak buka omongan pun disini lebih memilih untuk diam selama tidak mendapat pertanyaan. Memasang muka yang manis dan mendengarkan apa saja yang beliau bicarakan. Beliau juga mengatakan bahwa jika kami lolos, kami akan diresmikan pada akhir juni ini dalam acara makrab (malam keakraban). Wawancara staff ini berlangsung lebih lama daripada wawancara supervisor kemarin, sekitar 20 menit kami baru dipersilakan keluar.
Karena saya mendapat bagian awal, maka begitu keluar dari ruangan saya langsung dilempari berbagai pertanyaan dari teman-teman seputar situasi didalam. Saya hanya meyakinkan mereka bahwa tak perlu tegang, karena staff hanya memberikan semacam nasihat dan memberitahu kejadian-kejadian yang pernah terjadi lab.
Pukul 12.00 test pun selesai. Kak ageng selaku ketua supervisor mengumkan bahwa hasil dari test hari ini akan diumumkan secepatnya, mungkin 1 jam kedepan juga sudah selesai. Sambil menunggu hasil, saya, steven, dan sentika mengikuti perkuliahan seperti biasa.
Sepulang kuliah, kami bertiga langsung mendatangi lab dan dipersilakan masuk. Tanpa banyak basa-basi, alhamdulillaah kami bertiga akhirnya LOLOS dan DITERIMA sebagai assisten Lab tahun 2012 (angkatan 20). Kami diberitahu jadwal briefing dimana nanti akan membicarakan mengenai peraturan lab dan makrab.