Minggu, 08 Juli 2012

Saya adalah Assisten Laboratorium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma tahun 2012 (part 5)

Setelah serangkaian test saya jalani dan membuahkan hasil yang sangat memuaskan, saya pun akhirnya diterima sebagai assisten lab baru tahun 2012 yang menajdi angkatan ke 20. Itu berarti lab ini sudah eksis selama 20 tahun.
Kini tibalah saatnya untuk briefing. Briefing disini adalah untuk membicarakan tentang peraturan lab, perkenalan para assisten lab setiap angkatan, dan juga mengenai makrab (malam keakraban). Acara briefing pun dimulai dengan do’a dan dibuka oleh kak Ageng selaku Supervisor dari angkatan 18. Pertama-tama kami mendapat sambutan dari ketua lab, beliau mengucapkan selamat bergabung kepada kami dan kemudian menjelaskan tentang hal apa saja yang harus kami jalani untuk ke depannya sebagai assisten lab. Kemudian dilanjut dengan acara perkenalan assisten lab per angkatan. Dimulai dari angkatan 18. Ternyata angkatan 18 hanya sedikit, karena katanya angkatan 18 memang diterima dengan jumlah yang sedikit dan juga ada beberapa kakak yang sudah resign atau bahkan sudah lulus terlebih dahulu. Di angkatan 18 ada Kaka Ageng, Kak Sri Minarti, Kak Agha, Kak Icul, Kak Tulus, dll. Hal ini berbanding terbalik dengan angkatan 19 yang nantinya akan menjadi rekan kerja kami selaku angkatan 20. Ternyata angkatan 19 sangatlah banyak. Dengar-dengar sampai berjumlah 38 orang, namun resign 2 orang, jadi sampai hari ini masih 36 orang, WOW! Sehingga ketika perkenalan pun saya atau mungkin semua teman-teman seangkatan saya tidak bisa mengingat semuanya. Bahkan yang saya ingat hanyalah Kak Paskah, Kak Lindu, Kak Atdoben, Kak Gita, dan Kak Tian. Beruntunglah diadakan yang namanya Makrab (Malam Keakraban), sehingga kami nanti akan jauh lebih mengenal satu sama lain.
Setelah perkenalan para kakak assisten, sekarang kamilah yang harus memperkenalkan diri. Satu persatu dari kamipun maju, menyebutkan nama, kelas, alamat, motto hidup, dan kesannya bisa diterima di lab ini. Setelah acara perkenalan selesai, kami dijelaskan mengenai gaji. Memang gaji bukanlah prioritas utama kami disini, karena seperti yang diutarakan Kak Ageng, “Pengalaman itu tak ternilai harganya”. Namun tetap saja sebagai manusia, mana ada yang akan menolak uang? Apalagi ibaratnya ini adalah upah dari hasil keringat sendiri. Tentu saja kebanggaan itu ada, karena masih kuliah saja kami sudah bisa menghasilkan uang untuk tambah-tambah uang jajan dan dapat pengalaman kerja sambil belajar pula. Walaupun tidak seberapa, namun kami disini bukan untuk mencari penghasilan, jadi kami terima-terima saja. Maka setelah deal dengan gaji, kamipun harus tanda tangan kontrak.
Berlanjut ke acara selanjutnya, yaitu membicarakan soal Makrab. Makrab dilaksanakan tanggal 30 juni – 2 juli 2012 di Villa Kendali Sodo, wisma coolibah, Cipanas. Tentu saja acara ini tidak gratis, kami dipungut biaya sebesar Rp 150.000 yang harus dibayar paling lambat tanggal 28 juni 2012. Selain itu, kami dituntut untuk membawa perlengkapan yang sifatnya wajib, dimana perlengkapan itu sendiri dibagi menjadi 2, untuk pribadi dan untuk kelompok. Untuk keperluan pribadi kami harus membawa alat ibadah, alat mandi, baju untuk 3 hari 2 malam, selimut, snack, syal, obat-obatan pribadi. Kamipun harus mambuat name tag dengan ukuran dan bentuk yang telah ditentukan senior. Sedangkan untuk keperluan kelompok, kami harus membawa 1 ikat kayu bakar, 2 karung beras, 1 tikar berukuran besar, dan 2 gulung tali rafia. Lalu kami mulai dibagi kelompok, karena angkatan 20 berjumlah 25 orang (20 assiten lab dan 5 orang programmer), maka kami dibagi menjadi 5 kelompok. Ada kelompok Lemot, Alay, Kamseupay, Udik, dan Kepo. Kebetulan saya mendapat kelompok Lemot bersama Cristina Ayu, Galih Permana, Yulia, dan Steven Hamonangan.
Setelah semua acara dilaksanakan, kami diberi kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain seangkatan 20, karena jujur saja saya pun belum kenal semua angkatan 20. Yang saya tahu saat itu hanya Steven, Sentika, Odelia, Irfan, Sachi, Teguh, Ledy dan Chintia. Kami juga diperbolehkan saling bertukar nomor handphone untuk memudahkan kepentingan kelompok, karena kami harus membuat yel-yel untuk acara makrab nanti. Saya sangat bersyukur karena telah mendapatkan kelompok yang anggotanya ternyata asik-asik. Setidaknya itu akan mempermudah untuk membicarakan yel ataupun hal-hal apa saja yang termasuk keperluan kelompok.
Sepulang dari briefing sampai waktu makrab hamper tiba, saya dan steven sibuk membuat name tag dan mencari yel-yel apa yang pantas untuk kelompok kami. Masalah yel-yel, itu mudah. Malah yang susah ternyata mencari karton warna merah untuk name tag. Setelah berkeliling sekitar kampus, untung saja kami mendapatkan karton warna merah dan mulai membuat name tag. Keperluan kelompok sudah selesai, karena pembagiannya sudah tepat, keperluan pribadi pun tinggal membeli snack di minimarket terdekat. Berarti tinggal berangkat makrab, puncak we’re coming ^^
(bersambung)
(belum sempet lanjutin cerita)
(dikasih foto-fotonya aja ya selama makrab di puncak)