Sabtu, 07 Juli 2012

Saya adalah Assisten Laboratorium Manajemen Menengah tahun 2012 (part 3)

Setelah serangkaian test yang saya jalani dengan waktu hampir seminggu, mulai dari test admin, test tertulis, sampai test tutorial, esok hari adalah test wawancara supervisor jika saya memang lolos. Seperti biasa, pengumuman diumumkan melalui pesan singkat. Saya menjadi agak sedikit pesimis sebenarnya, mengingat dalam test tutorial kemarin pada bagian pertama saya tidak bias menjawab 1 pertanyaan dan pada bagian kedua atau yang akhirnya disebut test mental, saya kurang bias menghandle para praktikan, mereka sangat RESE walaupun nanti kenyataannya tak mungkin sampai seperti itu, tapi cukup menyebalkan bila dilihat daari mood saya yang kurang bagus.
Malamnya lagi-lagi saya mendapat SMS dari kakak assisten lab yang menyatakan bahwa saya lolos, alhamdulillaaaaah!! Saya kemudian mengabarkan teman-teman seperjuangan saya dan mereka pun lolos. Keesokan harinya pagi-pagi sekali saya kembali mendatangi lab dan melihat pengumuman apalagi yang tertera di mading. Ternyata nama-nama mahasiswa/i yang lolos ke tahap wawancara supervisor sudah terpampang. Tapi … astaghfirullah!! Nama saya tidak ada disana!! Akhirnya saya melapor pada salah satu kakak assisten yang sedang bertugas di lab, dia berkata bahwa data tersebut masih belum benar, yang resmi lolos adalah yang mendapatkan SMS tadi malam. Karena masih merasa belum begitu tenang, akhirnya saya mengirim pesan singkat pada kakak assisten lab yang tadi malam mengumumkan perihal kelolosan, dan memang saya lolos (^^).
Hari itu saya menjalani kegiatan perkuliahan seperti biasa, karena ternyata test wawancara baru diadakan hari selasa, dimana itu berarti saya harus bolos kuliah. Terus terang selama test ini berlangsung, saya benyak menghabiskan waktu untuk test daripada untuk kegiatan perkuliahan. Saya pun baru tahu kalau ternyata test wawancara dibagi menjadi 2, yaitu test wawancara supervisor dan test wawancara staff. Itu berarti masih ada 2 tahap yang harus dilewati. Namun kami tetap semangat menjalaninya (saya, steven, sentika, deasy, sarlinda, dan maria ancela).
Hari yang dinanti pun akhirnya datang. Hari itu kami tidak melakukan persiapan apa-apa, karena ini test yang memerlukan jawaban spontanitas tentang diri sendiri. Dari 70 orang yang kemarin mengikuti test tutorial, ternyata yang maju ke babak selanjutnya hanya 40 orang. Saya disini baru tersadar bahwa saya sudah melangkah terlalu jauh sehingga bias melewati peserta lain yang mungkin lebih unggul daripada saya. Factor keberuntungan memang nomor 1 hehe.
Hari itu saya bersama steven ada presentasi di kelas yang dimulai dari pukul 09.00 s,d pukul 10.30, maka kami pun izin untuk presentasi terlebih dulu dan biarkan nama kami dipanggil diatas jam 11.00. setelah presentasi selesai, kami bergegas kembali ke lab. Perlu diketahui, kami presentasi di kampus D (jalan Margonda, sedangkan lab sendiri ada di kampus E jalan Akses UI kelapa dua, bisa dibayangkan perjuangannya seperti apa). Sesampainya di lab kami langsung melapor pada kakak assisten bahwa kami sudah hadir. Kembali kami harus menunggu, sampai akhirnya waktu istirahat pun datang, yaitu pukul 12.00 s.d pukul 13.00. sambil menunggu, walaupun tidak begitu lapar, saya, steven, deasy, dan sarlinda akhirnya memutuskan untuk makan. Sentika dan Ancela saat itu sudah mendapat giliran wawancara supervisor terlebih dulu, sehingga mereka bisa kembali ke kampus dan mengikuti kegiatan perkuliahan.
Pukul 13.00 kami berempat kembali menunggu didepan lab, kebetulan pada saat yang sama, dosen Teori Ekonomi 2 sudah masuk kelas, terpaksa kami berempat izin tidak mengikuti pelajaran. Untuk mata kuliah selanjutnya (bahasa Indonesia pada pukul 14.30), saya dan steven bisa saja izin, tapi Sarlinda dan Deasy harus masuk, karena hari ini kelompok mereka maju untuk presentasi, maka mereka melapor kepada kakak assisten agar didahulukan. Benar saja, pukul 13.30 nama Srlinda dan Deasy dipanggil berurutan.
Yang tersisa kini hanya saya dan steven juga beberapa mahasiswa/i lain. Jika diperhatikan, saya dan steven selalu mendapat giliran paling terakhir, kami sempat membicarakan ini dan sambil bercanda steven berkata bahwa inilah tanda bahwa kami akan lolos, karena inilah perjuangan yang sesungguhnya. Akhirnya nama Steven Hamonangan Simatupang dipanggil, tak lama dia sudah keluar, dan kemudian nama saya yang kemudian dipanggi.
Dengan perasaan sedikit gugup namun tetap yakin, saya pun masuk. Saya dipersilakan duduk oleh kak Agha atau yang kerap disapa “Bos”, karena kak Agha ini adalah assisten tetap di lab. Pertama-tama saya harus memperkenalkan diri dan menceritakan sedikit tentang keunggulan diri saya. Setelah itu banyak pertanyaan mengenai diri saya yang Alhamdulillah bisa saya jawab satu-persatu. Di akhir wawancara, saya diharuskan untuk mempromosikan diri saya dan memberikan alas an mengapa saya layak untuk menjai assisten di lab ini. Tak sampai 10 menit wawancara pun selesai. Amazing!! Waktu yang sangat singkat yang tak sebanding dengan waktu dimana saya harus menunggu. Sebelum keluar lab saya sempat diberitahukan banhwa wawancara supervisor ini bobotnya adalah 90%, wawancara staff nanti hanya 10% (hanya pensahihan saja).