Kamis, 05 Juli 2012

Saya adalah assisten Laboratorium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma tahun 2012 ( Part 2 )


Akhirnya test tertulis selesai sudah. Saya dan teman-teman yang lain mulai sedikit demi sedikit berharap mendapatkan SMS kelolosan dari kakak assisten lab, yaa pengumuman lolos atau tidaknya memang melalui SMS. Dan sejauh ini saya baru tahu ternyata jumlah mahasiswa/i yang melamar ke lab tersebut adalah sebesar 220 orang, gagal 80 orang, sisanya 140 orang maju ke tahap test tertulis. Saya beserta 139 orang lainnya kini mulai merasa bangga karena bisa mengalahkan 80 orang tersebut.
Pengumuman kelolosan tidaklah lama, jika hari ini kami test, maka malam harinya kami sudah pasti dikabarkan perihal kelolosan melalui SMS. Jadi tak salah  lagi ketika malam datang saya mulai was-was, beberapa teman saya pun sudah mulai menanyakan. Sebenarnya saya optimis akan lolos dan maju ke tahap berikutnya, mengingat test tertulis yang saya jalani sangat lancar dan sangat kebetulan sekali saya mendapatkan soal yang sangat mudah untuk dikerjakan. Namun saya tidak mau terlalu menggembor-gembor hal tersebut karena saya sendiri yang akan merasa malu jika ternuata saya tidak lolos.
Sebelum pukul 21.00 masuklah 1 SMS ke handphone saya yang tak lain itu adalah SMS dari kaka assisten yang memberitahukan bahwa saya lolos ke tahap berikutnya, yaitu tahap tutorial. Jujur saya sangat senang, walaupun teman-teman saya juga lolos semua (disaat seperti ini teman merupakan lawan, dimana mereka harus bisa saya kalahkan, namanya juga kompetisi). Keesokan harinya saya mendatangi mading lab dan membaca pengumuman jadwal test tutorial. Ternyata dari 140 orang yang maju ke tahap berikutnya adalah setengahnya, yaitu 70 orang. Dan test tutorial pun dibagi menjadi 2 hari, yaitu sabtu dan senin. 5 teman saya yang lainnya kebagian hari sabtu, sedangkan saya sendiri di hari senin. Saya baru ingat bahwa hari senin saya ada kuliah full dari jam 08.30 – 15.30, akhirnya saya pindah shift ke hari sabtu.
Untuk mengikuti test tutorial, semua mahasiswa yang lolos wajib membuat makalah tentang salah satu materi manajemen keuangan 2 yang dianggap dikuasai. Saya pun membuat makalah tentang “Investasi dalam Aktiva Tetap”. Tapi bodohnya saya waktu itu, saya lupa yang harus dibuat makalah atau modul?! Karena hari itu saya juga sedang capek, maka saya hanya membuat modul. Benar saja, keesokan harinya sebelum jam 09.00 saya ingin memastikan, saya pun cek ke mading lab, dan ternyata yang harus dibuat adalah makalah. Spontan saya pun balik lagi ke kosan dan mengubah modul yang saya buat menjadi makalah hanya dalam waktu setengah jam. Pukul 09.30 setelah mencetak seluruh makalah, saya bergegas menuju lab, ternyata test tutorial sudah dimulai. Beruntung nama saya belum dipanggil. Akhirnya saya menunggu bersama teman-teman dan mencari tahu seperti apa sih test tutorial itu?
Ternyata test tutorial adalah test dimana kami ‘ceritanya’ berperan sebagai tutor yang harus mengajari praktikan tingkat 2. Nanti  didalam lab dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama kami akan menjadi tutor dibagian praktikan yang benar-benar serius belajar, dan bagian kedua kami akan menjadi tutor dibagian praktikan yang sebenarnya menguji mental kami. Dan para praktikan ini tak lain adalah kakak – kakak assisten lab.
Satu persatu teman-teman sekelas saya dan teman-teman baru saya sudah dipanggil kedalam lab, sedangkan saya, steven, dan sentika hanya bisa menunggu kapan nama kami akan dipanggil. Pukul 12.00 kami diminta untuk break 1 jam. Yaaah yasudahlah, walaupun saya yakin hal-hal yang sudah saya ingat sebelumnya mungkin akan perlahan pudar karena break ini memaksa saya utuk makan siang, dan makan siang itu yang pastinya kan membuat saya malah merasa kantuk.
Pukul 13.00 test tutorial dilanjutkan, dan bukan nama saya yang pertama kali dipanggil. Kembali saya dan teman-teman harus menunggu giliran. Dandanan yang semula rapih pun kini mulai terlihat berantakan, tapi kami tak peduli karena saya yakin disini yang dicari adalah ‘otak’, bukan penampilan. Waktupun berlalu terasa lamaaaaaaaaaaa sekali, dan sampai pukul 14.00 nama saya belum juga dipanggil. Bukan nama saya saja, steven ataupun sentika belum juga dipanggil, sampai akhirnya saya protes dan para kakak hanya tertawa samil berkata “EB01 belakangan aja!!” . haaaaaaaaaaaah?!?!? Apa-apaan ini?! Akhirnya dengan berat hati pukul 14.30 nama saya baru dipanggil.
Pertama kali masuk kedalam lab, saya difoto dulu (cieee hehe), lalu saya berdiri didepan kakak aslab yang rata-rata berkacamata, saya mulai memperkenalkan diri saya selaku tutor. Baru saja saya membacakan sedikit materi, sudah ada kakak-kakak yang sedang berakting sebagai praktikan ini bertanya kepada saya. Dengan lantang dan tetap dalam posisi santai (walaupun sebenarnya saya sangat tegang), saya mulai menjawab satu-persatu pertanyaan, dan dari semua pertanyaan yang dilontarkan, hanya 1 pertanyaan yang tidak bisa saya jawab karena memang pertanyaan yang diajukan konteksnya terlalu jauh dari materi yang saya kuasai.
Lanjutlah saya ke bagian kedua, dimana saya akan bertemu dengan praktikan yang “katanya” Bengal-bengal. Benar saja, baru saja saya melangkahkan kaki menuju tempat test bagian kedua, sudah ada cibiran-cibiran dari para praktikan. Ada yang bilang “iihh kakaknya kaya chibi yah?”, “eh eh eh kakaknya dating tuh!”, dll. Akhirnya sampailah saya dihadapan mereka, dan mereka sangat tidak tertib. Walapun saya sudah berada didepan selaku tutor mereka, saya tetap diharaukan, karea mereka ada yang sedang ngobrol lah, berfoto-foto lah, tidur, dll. Walaupun saya sudah memperkenalkan diri dan mengajak mereka untuk belajar, mereka tidak mau dan meminta untuk segera pulang karena alasan bosan dan ngantuk. Namun saya tetap melanjutkan praktikum dan bertindak tegas bila ada praktikan yang berkelakuan semena-mena. 5 menit berlalu dan saya mendapat applause tanda bahwa test tutorial berakhir. 5 menit berada disana rasanya bagaikan 1 tahun. Berisik! Dan sangat menjengkelkan. Hufht. Namun akhirnya test tutorial bisa saya jalani dengan lancar walaupun saya harus menunggu 6 jam lamanya -____-

NEXT PART