Kamis, 05 Juli 2012

Saya adalah assisten Laboratorium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma tahun 2012 ( Part 1 )


Sangat tak disangka bahwa saya akan menjadi seorang aslab (assisten laboratorium) di kampus. Awalnya saya hanya ingin mencoba-coba saja, bahkan niat untuk melamar pun sempat pudar karena ada pihak-pihak yang ‘mengompori’ saya bahwa ‘kata mereka’ lab Manajemen Menengah adalah lab yang beginilah, begitulah, pokoknya sempat membuat saya down. Berfikir dan galau membuat waktu yang ada menjadi terbuang sia-sia, 1 minggu lagi pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin melamar sudah ditutup, setelah saya pertimbangkan, sebaiknya saya mencoba. Akhirnya dengan niat yang setengah-setengah, saya membuat surat lamaran, CV, mencetak rangkuman nilai, menyiapkan berbagai macam fotocopy dari mulai fotocopy KTM sampai KTP.

Akhirnya sore itu saya melamar, ternyata banyak juga yang mau melamar, dan saya mendapat nomor pendaftaran AS-127. Sempat terbengong-bengong mendapat nomor itu, karena saya selalu sial jika berdekatan dengan angka 127, 217, 21, 27, entah mengapa! Sesampainya di kosan saya mendapat SMS dari salah satu kakak assisten lab tersebut yang isinya “shelly, nomor pendaftaran kamu diganti jadi AS-130 yaa”. Alhamdulillaaaaaaaaaaaah!!

Hari-hari kian berlalu dan saya tidak terlalu memikirkan bagaimana hasil dari test pertama, yaitu test administrasi. Hingga akhirnya saya mendapat pesan singkat yang mengatakan bahwa saya lolos tahap admin dan harus mengikuti test tertulis. Saat itu saya baru tau ternyata teman 1 kelas saya pun ada beberapa orang yang ikut melamar, mereka adalah Steven Hamonangan, Sentika Wiguna, Maria Ancela, Ervina, Sarlinda, dan Deasy Rouli. Namun sayang, Ervina (nana) gugur di tahap awal.

Ternyata test tertulis dibagi menjadi 3 gelombang di hari yang sama, gelombang I dari pukul 09.30 – 10.30, gelombang II dari pukul 10.30 – 11.30, gelombang III dari pukul 11.30 – 12.30. teman-teman saya yang lolos mendapatkan gelombang II, sedangkan saya gelombang III dimana pada pukul 12.30 saya harus ujian ILAB dan sudah dipastikan tidak boleh terlambat walaupun hanya 1 menit. Akhirnya sehari sebelum test tertulis berlangsung, saya datang ke lab. Manajemen Menengah dan mengkonfirmasi bahwa saya akan pindah shift ke gelombang ke – 2, untungnya saja para kakak memperbolehkan.

Hari dimana test tertulis berlangsung pun tiba. Saya bertemu dengan 5 teman sekelas saya didepan lab, mereka tengah sibuk belajar dan beberapa ada yang sedang mengobrol. Sebelum bergabung bersama mereka, saya membaca pengumuman yang ada di madding lab, ternyata persyaratannya laki-laki harus memakai pentofel dan dasi, sednagkan steven selaku satu-satunya laki-laki dari kelas saya yang mendaftar ternyata hanya memakai setelan praktikum biasa tanpa memakai pentofel ataupun dasi. Saya pun memberitahunya dan benar saja diapun menjadi kalang kabut. Saya menyarankan agar dia meminjam dasi dan pentofel kepada peserta lain yang masuk gelombang I. maka pada saat gelombang I selesai, steven cepat-cepat menghampiri salah satu lelaki yang berpenampilan rapi dan meminjam dasi berikut sepatunya. Tetapi sayang, lelaki itu hanya bersedia meminjamkan dasinya.

Kami semua akhirnya dipersilakan masuk, sengaja saya mengkosongkan bangku sebelah saya untuk steven, karena steven masuk ke lab sambil mengendap-endap takut sekali ketawan bahwa dia tidak memakai sepatu pentofel. Test tertulis pun dimulai. Soal yang harus kami kerjakan adalah 40 soal pilihan ganda da 5 soal essay. Soal pilihan ganda yang etrsedia ternyata bukan hanya materi Manajemen Keuangan 2, tetapi banyak soal yang sifatnya pengetahuan umum dan ada juga soal-soal untuk test IQ. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan soal pilihan ganda adalah 30 menit, saya waktu itu mendapatkan tipe soal B yang menurut saya soal-soal yang ada disana adalah soal-soal yang masih bisa dikategorikan mudah, sehingga waktu 30 menit pun menjadi sangat lama karena 20 menit saya bisa menyelesaikannya, tapi sayang walaupun sudah selesai sejak awal saya tidak bisa mengerjakan soal-soal essay, karena kami harus mematuhi peraturan yang ada bahwa waktu pengerjaan soal masing-masing 30 menit. Yasudah, akhirnya saya mengintip-intip soal dan berusaha saya hitung dan saya ingat-ingat hasilnya agar ketika waktu pengerjaan essay tiba, saya hanya tinggal menulisnya.

Akhirnya 30 menit berlalu, kami baru diperbolehkan mengerjakan soal essay dan harus mengumpulkan jawaban dari soal pilihan ganda. Mungkin ini sudah menjadi jalan saya atau ebtah apalah itu, karena ternyata soal essay yang saya kerjakan pun sangat mudah. 20 menit saya sudah selesai mengerjakan dan sudah saya periksa pula. Keadaan ini berbanding terbailk dengan steven, ketika saya lihat, table analisis sumber dan penggunaan dana nya tidak balance, sehingga ia pun mengerjakan seadanya sampai akhirnya saya membantu menghitung, kenapa? Karena saya sangat ingin steven bisa terpilih menjadi aslab di lab ini, karena dia pantas menjadi assisten lab, kepintarannya dikelas akan membuat kami heran jika ia tidak lolos test tertulis.