Senin, 18 Juni 2012

Kejutan di hari ulang tahun yang ke 20

Ulang tahun yang ke 20 ini benar-benar “sesuatu” buat saya, karena ada satu kejutan yang tidak akan pernah saya lupakan yang pada awalnya saya fikir mereka memang lupa akan hari ulang tahun saya.
Hari itu hari sabtu, saya ada kuis di praktikum Manajemen Keuangan 2. Saya sudah belajar dari malam harinya dan dilanjut belajar pada pagi hari karena praktikum dimulai pukul 09.30. Tapi proses belajarpun tersendat, dan yang semula saya hafal semua materi tiba-tiba saja semua itu buyar. Penyebabnya hanya satu yaitu ulah Arief Rachman Maulana alias si Jore.
Sudah direncanakan dari awal bahwa pada hari itu dia akan ke Depok (karena doi kuliah di Bandung, jadi harus ada perencanaan yang mantap jika memang dia akan menemui saya di Depok, yaa maklum lah LDR, kalo mau ketemu jangan samapai ada jadwal yang bentrok). Setiap belajar, saya harus ditemani saya review dari awal. Dan saya hanya nyaman ditemani oleh dia. Ketika semua materi saya rasa sudah memenuhi otak saya, saya harus segera me-review nya dari awal agar tambah mantap, namanya juga menghafal, karena tidak semua materi adalah hitungan banyak teorinya juga. Pukul 07.00 saya meminta dia menelpon saya, karena pada rencana yang sudah dibicarakan sebelumnya dia akan berangkat ke Depok pukul 08.00, jadi bila saya me-review materi dari awal, pukul 08.00 adalah timing yang pas, ketika saya selesai me-review dia pun bisa berangkat menuju Depok. Tetapi dia tak ada menelpon saya, pesan singkat saya pun tidak dibalasnya. Akhirnya saya yang menghubungi dia, tapi tenyata tak ada jawaban. Yang ada di fikiran saya saat itu mungkin dia ketiduran lagi, tapi terasa sangat janggal, karena dia tidak pernah se ‘kebo’ ini bila memang ketiduran, jika ponselnya bergetar sedikit saja dia pasti langsung bangun. Saya pun terus-terusan menghubunginya, sampai akhirnya saya kesal sendiri, kenapa? Karena saya paling tidak suka jika orang yang saya sayang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Sebenarnya sudah terlintas di fikiran saya jika dia sedang berusaha mengerjai saya, mungkin ingin membuat saya marah, mengingat ini adalah hari ulang tahun saya. Tapi tetap saja saya tidak suka, karena ini bukanlah waktu yang pas untuk mengerjai saya. Dan jika saya sudah kesal, otomatis otak saya kian memanas dan materi yang sudah saya pelajari dari malam pun lambat-laun berhamburan. Tanpa fikir panjang lagi saya bergegas mandi dan ingin cepat-cepat sampai di kampus, kenapa? Saya berharap bisa me-review materi bersama teman-teman saya.
Sebenarnya masih ada satu orang lagi yang bisa menemani saya, yaitu Trias Ulan Nuari. Tetapi dia tampaknya belum bangun pagi itu, karena belum ada pesan singkat yang masuk ke ponsel saya dari dia.
Pukul 09.00 saya sudah di depan lab tempat saya kuis praktikum, kebetulan si Emak sudah datang juga (Emak, begitulah saya memanggilnya sejak semester awal adalah Linda Susillowati, teman saya yang sejak saya masuk kuliah kami selalu bersama. Sekelas di EB04 saat semester 1 dan 2, satu daerah kosan di jalan Kapuk, dan kini kami sekelas lagi di 2EB01 dan satu daerah kosan lagi di Kelapa Dua). Melihat dia datang, saya langsung menyuruh dia duduk disampin saya dan saya pun langsung memberikan dia berbagai macam pertanyaan seputar materi Manajemen Keuangan 2. Sebenarnya dia ini buka tipe-tipe orang yang bisa belajar dengan cara ‘listening’. Dia paling tidak bisa belajar sambil diucapkan, jadi materi harus benar-benar dibaca dalam hati. Dan saya sebagai temannya adalah kebalikannya, saya paling tidak bisa belajar dalam hati. Setiap saya hafal sesuatu saya harus mengucapkannya supaya ucapan itu terngiang-ngiang terus di fikiran saya. Tapi semenjak mengenal saya, dia jadi banyak berubah, dia sudah mulai bisa belajar bareng saya yang seharusnya kami tidak bisa belajar bareng karena berbeda kebiasaan (hehe). Alhamdulillaaaah semua materi akhirnya rampung kembali di otak saya setelah di-review si Emak. Masih ada waktu kurang lebih 5 menit lagi sebelum mulai kuis. Saya pun sedikit curhat ke dia seputar si Jore.
“Mak, gue sebel banget sama Si Jore! Masa dia pagi ini tiba-tiba ilang?! Gue SMS gak di bales, gue telpon gak diangkat, maunya apa sih tu anak? Grrrrrrrrr”, kataku sambil terus-terusan menghubungi si Arief Jore. Linda hanya tertawa dan menyuruh saya untuk bersabar mungkin si Jore sedang inilah-itulah. Tiba-tiba ada 1 pesan singkat masuk ke ponsel saya, ternyata itu dari Jore yag bilang bahwa dia ketiduran dan saya sementara jangan dulu mengubunginya, saya langsung naik pitam dan memaki-maki ponsel saya seperti orang gila dan lagi-lagi si Emak hanya tertawa melihatnya.
Pukul 09.30 sudah tiba, kami semua masuk lab untuk memulai kuis. Kursi keberuntungan saya pun sudah menanti (kursi di baris kiri jajaran ketiga), wish me luck, God. Please ..