Rabu, 16 November 2011

Dosen Favorit di Universitas Gunadarma (Part II)


Yang kedua adalah Bu Supiningtyas. Beliau adalah Dosen mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 1A da 1B di kelas saya (2EB01). Seperti yang saya bilang, kedua dosen ini mempunyai perbedaan dan persamaan. Perbedaannya, suara yang dikeluarkan Bu Supiningtyas saat mengajar lebih kecil dan terkesan sangat lembut. Namun walaupun begitu, sama saja seperti Bu Dion, kami selalu mengerti apa yang disampaikan oleh kedua dosen ini. Karena beliau-beliau ini tak segan-segan menjelaskan ulang apabila kami kurang mengerti. Mungkin itu salah satu persamaannya, dan persamaan yang lain adalah sama-sama stylish. Mungkin ada beberapa orang yang mengkesampingkan masalah penampilan, namun saya pernah mendengar yang katanya kepribadian seseorang pertama kali sekali bisa dilihat dari penampilannya. Dan bukankah bila kita berpenamilan rapih dan menarik, itu akan lebih enak dipandang yah??

Bu Supiningtyas ini Dosen yang sangat teliti, bisa dilihat ketika beliau memeriksa tugas kami. Kebanyakan dosen pada saat memeriksa tugas mungkin hanya dilihat hasil akhinya saja atau bila dikoreksi sepenuhnya dilihat sekilas saja, tapi tidak untuk dosen AKM ini. Sehingga pada saat memeriksa tugas beliau kadang bertanya “ini darimana yah? Kok hasilnya segini?”. Namun agak berbeda dengan Bu Dion yang jarang-jarang menyuruh kami untuk maju kedepan (misalnya untuk mengerjakan soal latihan atau apalah), Bu Supiningtyas jika memberikan kami soal latihan di kelas, beliau pasti menyuruh kami untuk maju dan mengerjakan langsung di papan tulis. Ada mahasiswa yang tegang begitu namanya dipanggil, dan ada juga yang biasa saja. Sebenarnya tak usah khawatir, karena jika tak bisa pun beliau pasti membantu. Malah dengan kita sukarela mengerjakan soal di papan tulis, kita akan mendapat nilai ‘plus’. Yang paling membuat saya heran, kenapa setiap mata kuliah beliau, waktu tak terasa semakin berlalu?! Padahal mata kuliah Bu Supiningtyas ini rentang waktunya 4jam sekaligus. Hebat.

Kedua dosen ini sama-sama memiliki jiwa tanggung jawab yang besar, terbukti dari setiap berhalangan tidak  bisa mengajar, mereka pasti meninggalkan tugas atau mengganti jadwal kuliah ke lain hari yang kosong. Ini sama sekali tidak membuat saya risih, karna melihat dari betapa pentingnya mata kuliah ini, saya rasa memang sudah sewajarnya bila kami juga lebih giat lagi dan jangan sampai menyia-nyiakan waktu.

Harapan saya, semoga di semester-semester berikutnya, saya bisa bertemu lagi dengan kedua dosen ini. Masalah nilai, ‘katanya’ kedua dosen ini sama-sama pelit nilai. Namun apapun kata mahasiswa di luar sana, tentu saja itu akan membuat saya lebih termotivasi untuk belajar lebih giat lagi, dan apapun hasilnya nanti, saya yakin kedua dosen ini akan memberikan nilai yang terbaik dan sesuai dengan potensi saya selama belajar bersama mereka, bukan hanya memandang nilai dari satu sisi ujian tengah semester saja. Terima kasih sudah mau membaca :)