Rabu, 16 November 2011

Dosen Favorit di Universitas Gunadarma (Part I)


Yang pertama adalah Bu Dion. Beliau mengajar Akuntansi Biaya di kelas saya (2EB01), sebelum Bu Dion masuk kelas saya, 2 minggu pertama beliau sempat berhalangan mengajar dan digantikan oleh Pak Budi. Terus terang saja selama 2 minggu itu otak saya benar-benar tidak dapat merespon apa yang sudah diajarkan (maaf ya pak huhuhu), saya selalu berkata kepada teman saya bahwa saya ingin segera tahu siapa dan seperti apa dosen kita yang sebenarnya. Salah satu teman saya waktu itu mendapat bocoran yang ‘katanya’ Bu Dion tuh killer dan belajarnya bikin menengangkan. Saya sih sebelum melihat dengan  mata kepala sendiri, rasanya belum yakin aja. Hingga akhirnya Bu Dion pun masuk mengajar di minggu ketiga.

Kesan pertama yang terlintas di benak saya saat melihat penampilannya, waaaw stylish. Beliau bisa mix ‘n match baju, sehingga selalu tampak ‘klop’ dan rapih. Jelas terlihat bahwa beliau adalah orang yang perfecsionis dan simple. Begitu mulai memperkenalkan diri, suaranya sangat menggelegar. Kencang sekali, tapi bukan teriak-teriak. Ya mungkin hampir mirip dengan saya, saya pun begitu setiap berbicara pasti suaranya terdengar kencang. Hal yang paling saya suka dari beliau adalah cara mengajarnya, dengan suara yang lantang seperti itu sebenarnya energy yang dikeluarkan akan semakin banyak, namun beliau tidak pernah terlihat letih. Itu tandanya beliau memang meiliki jiwa semangat yang tinggi, maka dari itu beliau sangat tidak suka orang yang malas, maka setiap kali kami ditanya tapi tidak ada yang menjawab, pasti beliau agak sensi dan selalu berkata seperti ini “aahh gak dibaca sih” atau "hmmm gak pada belajari sih, makanya gak tau", dan setelahnya pasti beliau langsung bercerita tentang kesuksesannya ataupun kesuksesan orang lain yang basicnya “orang-orang rajin”. Tentu saja itu menuntut kami agar mau belajar agar begitu ditanya, kami bisa menjawab. Karena pernah kami disindir seperti ini “kok 2EB01 yang sekarang gak kayak 2EB01 yang dulu yah? Kalo yang dulu tuh pada aktif-aktif loh!!”, maka banyak dari kami yang berubah dan termotivasi dari kata-kata beliau tersebut. Dan sebenarnya ada satu sifat beliau yang disukai banyak mahasiswa, yaitu beliau tidak pernah memaksakan kami untuk mengerjakan soal di papan tulis atau apalah itu yang sifatnya membuat tegang mahasiswa. Malah, setiap ada soal kami selalu membahas bersama-sama dan nanti sisanya dikerjakan di rumah.

Untuk Akuntansi Biaya adalah mata kuliah yang ada praktikum penunjangnya, tapi selama praktikum, jujur saja saya tidak mengerti tentang materinya, malahan ketika belajar dengan Bu Dion-lah saya baru bisa mengerti tentang materi Akuntansi Biaya. Karena selalu ada review dan latihan soal yang dibahas bersama-sama atau dikerjakan dirumah sebelum melangkah ke bab berikutnya, dan untuk pembahasan 1 bab saja Bu Dion selalu bisa mencampur-adukan soal sehingga wawasan dan catatan kami pun semakin bertambah.

kelanjutan nya ada disini teman-temaaan ^^