Jumat, 25 November 2011

Cara berhemat ala anak kosan

 
Saya adalah mahasiswa Gunadarma asal kota Sukabumi yang ngekost di daerah kelapa dua. Menjadi anak kost tidaklah mudah.  Namun akan menjadi pembelajaran untuk kedepannya. Tentu saja untuk belajar menghemat dan tahu caranya mengatur keuangan. Dan ini bekal yang diberikan orang tua saya dalam waktu 1 bulan.

Rp 350.000 * 4minggu = Rp 1.400.000/bulan
Rp 1.400.000 – Rp 450.000 = Rp 950.000/bulan
*dipotong Rp 450.000 untuk biaya kost/bulan
Rp 950.000 – Rp 50.000 = Rp 900.000
*dipotong Rp 50.000 untuk biaya lain-lain (mis. Biaya Pulsa)
Rp 900.000 : 30 Hari = Rp 30.000/hari

Jadi, dari hasil hitung-menghitung bekal untuk makan dan jajan saya adalah Rp 30.000/hari. Memang sepertinya nominal itu terlihat besar, padahal dalam pengimplementasiannya, hmm BORO-BORO CUKUP. Biar saja jabarkan sedikit kebutuhan sehari-hari anak kost-an sesuai jam makannya dengan makanan yang serupa.

*makan 3X sehari
Misal pagi-pagi membeli gado-gado/bubur ayam, harganya Rp. 6.000. dilanjut waktu siang ketika istirahat, makan diluar bersama teman-teman. Untuk di kelapa dua saya mengambil contoh ayam kremes wr. Sederhana atau kanti Bude, untuk makan ayam kremes+nasi Rp. 11.000 (belum termasuk air minum) +air minum es teh manis = Rp 13.000. malam hari makan nasi goring atau ketoprak, harganya Rp 7.000. bila ditotalkan, kebutuhan akan MAKAN tok saja sudah Rp 26.000, memang masih sia Rp 4.000, tapi misal harus kuliah ke kampus D, otomatis ongkos PP Rp 4.000, uang bekal habislah sudah. Tapi kan mata bukan hanya laper perut, pasti laper ingin jajan. Disaat cuaca sedang panas dan fikiran sedang kacau, bagaimana bila ingin jajan rujak atau jus seperti teman-teman yang lain? Dan uang pun tidak cukup.

*makan 2X sehari
Pagi-pagi tidak sarapan, kenapa? Bangun kesiangan atau sengaja dibuat kesiangan agar lupa sarapan. Langsung beraktifitas dan baru ketemu makan sekitar jam setengah12, makanlah dengan ayam kremes+es teh manis (karena malu jika hanya minum dengan aqua gelas dingin) Rp 13.000, malam hari membeli nasi goreng Rp 7.000. masih tersisa Rp 10.000, dipotong ongkos kuliah ke kampus D PP Rp 4.000, masih sisa Rp 6.000, ternyata di kelas ada fotokopian, harus print inilah-itulah, sampai-sampai tak terasa uang bekal sehari pun ludes.

*makan 1X sehari
TIDAK MUNGKIN.

Jadi, bagaimana cara mensiasatinya???

Yang pertama, pilihlah dengan selektif makanan yang akan kita beli. Yang paling pertama, lihatlah harganya kemudian bandingkan tingkat kekenyangannya, jikalau sekiranya dengan harga murah tapi bisa kenyang sampai 8jam, yaa pilihlah makanan tersebut. Contoh makanannya adalah mie rebus+nasi, makan di warteg dengan telur dan tempe saja (dengan nasi yang banyak tentunya), gado-gado+nasi, dmbl (dan masih banyak lagi), serta hindari makan di rumah makan padang, kenapa?? Karena harganya yang mahal, dan nasinya yang sedikit.

Yang kedua, program diet sehat. Diet disini bukan diet untuk menguruskan badan, tapi diet untuk menyehatkan badan. Caranya yaitu memilih makanan-makanan murah dengan tingkat kesehatan yang baik. Contohnya adalah roti, jus buah-buahan, kentang goring, dll. Semester 3 ini banyak menguras uang saya, sehingga saya harus memilih-milih makanan yang harganya terjangkau (bahkan sangat terjangkau) tapi dengan memperhatikan tingkat kesehatannya. Seperti contoh, setiap pagi saya sarapan dengan okky jelly drink rasa apel dan sari roti rasa (roti tawar), total harga sarapan cuma Rp 3.000, tapi bisa tahan sampai jam12an. Ketika waktu makan siang tiba, barulah membeli nasi+lauk pauknya di kantin-kantin yang murah. Saya beri contoh bila anda sedang berada di gunadarma kampus D, makan sianglah di kantin Redz jalan kapuk, atau di kantin UI. Untuk makan malam, hmmm tidak ada makan malam. Dengan sangat terpaksa kegiatan makan malam pun dihapus, namun digantikan dengan kebiasaan meminum jus buah segar. Pesan jus alpukat atau jus mangga, menuut pengalaman pribadi saya, hanya kedua jus ini yang bisa membantu menghilangkan efek lapar ‘kembali’ di malam hari. Dengan begitu, badan juga akan sehat bukan?? Karena makanan yang kita konsumsi tentu saja mempunyai nilai gizzi masing-masing yang bisa membantu menyehatkan badan, yaa bisa juga siih melangsingkan badan. Tapi agar lebih klop, jangan lupa konsumsi vitamin C juga setiap harinya, saya anjurkan minumlah Esther C 1X sehari. Jadi badan tetap sehat walau pola makan memang seperti orang yang sedang diet (padahal bukan diet).

Yang ketiga, perbanyaklah teman-teman yang nantinya akan berguna untuk kita. Eitsss jangan salah sangka dulu, saya tidak mengajarkan anda untuk memanfaatkan teman, tapi bacalah penjelasan saya ini. Misal dekatilah semua teman-teman di kosan, jangan sampai ada masalah dengan siapapun di kosan, tentu saja dengan begini mereka akan mau membantu kita. Membantu dalam hal apa? Misal salah satu teman kost kita itu ada yang mempunyai magic com di kamarnya, ketika kita sedang lapar, kita tinggal membeli lauknya saja di warteg atau warung makan terdekat, untuk nasinya kita bisa meminta padanya atau kalau malu untuk meminta ketika pulang ke rumah bawalah beberapa liter beras dari rumah agar begitu di kosan kita tinggal meminjam magic com salah satu teman dan ‘numpang’ memasak nasi. Dengan begini lumayanlah bisa menghemat pengeluaran yang tadinya untuk membeli nasi. Dan magic com tidak hanya untuk nasi saja, untuk memasak mie pun bisa. Harga mie+telur di warkop Rp 5.000, bila kita bisa meminjam magic com teman untuk memasak mie, tentu saja kita hanya harus membeli mie rebus+telur mentah dengan harga Rp 2.500. lumayan “lagi” bisa makan sampai hemat setengahnya. Selain teman-teman di kosan, berteman baiklah dengan mereka yang mempunyai kendaraan bermotor. Dengan begitu disaat hendak pergi kekampus, bukankah menjadi sangat ‘lumayan’ bila bisa “nebeng”?? yang seharusnya merogoh kocek Rp 4.000 untuk ongkos PP, kali ini uangnya isa dipakai untuk tambah-tambah makan. Bukan hanya untuk berangkat ke kampus saja, bila merasa bosan di kosan setidaknya jika ada teman main yang memiliki kendaraan bermotor akan lebih seru, karena bersamanya kita bisa jalan-jalan tanpa harus ribet-ribet naik kendaraan umum. Maka dari itu, berteman baiklah degan siapapun, agar semua teman-teman dapat membantu disaat apapun.

Dan yang terakhir, adalah menahan diri dari segala macam urusan yang dapat membahayakan keadaan dompet kita. Yak, mungkin ini adalah cara yang paling jitu sekaligus yang paling sulit. Mungkin untuk kaum lelaki bisa dibilang ‘agak’ mudah, tapi sangat berbanding terbalik dengan kaum wanita. Dalam hal makanan saja, laki-laki mungkin bisa saja makan siang di warteg dengan lauk-pauk yang biasa-biasa saja, tapi untuk wanita apalagi bila teman-temannya tergolong dalam kelompok “glamour”, untuk urusan makan saja sepertinya akan menjadi beban yang sangat besar. Karena pengaruh teman-teman itulah yang akan membuat kita susah untuk membeli makanan yang “biasa-biasa saja”. Contohnya bila rata-rata teman kita membeli ayam kremes, pasti mau tidak mau kita juga akan membeli ayam kremes. Sedangkan dalam kebiasaan belanja, seperti dalam kesimpulan sebelumnya, kaum lelaki mungkin masih bisa menahan untuk tidak berbelanja, tapi TIDAK untuk para wanita. Dalam seminggu, pasti adaaaaa saja barang yang harus atau “akan” dibeli. Tapi untungnya saya bukan tipe wanita boros, jujur saja untuk masalah shopping, saya tidak terlalu tergiur, tapi yang tak bisa saya tahan mungkin adalah masalah makanan, jika otak sudah member intruksi untuk memakan bakso, walaupun sudah makan nasi 2 piring, tetap saja yang akan terbayang-bayang di ingatan adalah bakso. Maka dari itu, menahan diri memang sulit juga.

Mungkin hanya beberapa tips diatas yang bisa saya utarakan. Namun, tidak semua anak kost bermasalah dengan uang kok. Ada juga anak kost yang basicnya bisa dibilang ‘kaya’, jadi tentu saja mereka tak perlu repot-repot memikirkan masalah keuangan. Tapi saya pribadi malah senang menjadi anak kost yang sederhana, dengan begini pelajaran manajemen keuangan yang dipelajari di kelas bisa langsung dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih sudah mau membaca :)